Selasa, 08 Desember 2015

Tizen OS review (versi 2.4.0.1)


Tizen OS di Samsung Z3 (Review versi detail)
versi 2.4.0.1

Setelah mencicipi berbagai mobile OS mulai dari Android, iOS, Windows Phone 8, Blackberry OS, BB10, BB Playbook, Firefox OS, WebOS, Windows Mobile, Symbian UIQ pada Sony Ericsson, Symbian S60 pada Nokia dan Samsung i450, Kali ini saya berkesempatan untuk review salah satu OS mobile alternatif yang ada di dunia smartphone, buatan Samsung.

Seperti diketahui sebelumnya Samsung memiliki OS Bada buatan sendiri juga tetapi kurang sukses, nampaknya kali ini Samsung berusaha untuk belajar dari kesalahan.
Samsung Z3 merupakan HP kedua yang ditanam Tizen OS setelah Z1 yang lebih duluan hadir di Negara tertentu (mayoritas Negara asia selatan). Jika Z1 merupakan HP low end, maka Z3 untuk target pasar mid-end. Z3 memiliki spec AMOLED Screen, 1.3GHz Quad Core, 5” HD resolution display, camera 8MP dan depannya 5MP, 1GB RAM, dan memory storage 8GB serta dual-SIM card. Hadir dengan 3 pilihan warna Gold, Black, Silver. Aksesoris yang termasuk adalah battery, earphone, manual2, kartu garansi, dan charger. Disini tidak akan banyak dibahas soal hardware, karena fokus di Tizen OS.

Saya sebenarnya tidak berharap banyak pada OS baru di masa awal-awalnya, karena berdasarkan pengalaman biasa OS baru awal-awal umumnya jelek atau belum matang (Android perlu beberapa tahun baru bagus, iOS sampai versi 4 baru mulai oke, Windows Phone bahkan sampai sekarang terasa banyak yang kurang, BB10 versi awal banyak banget bug saat pertama kali saya coba di Z10) , tetapi Tizen ternyata lebih bagus dari harapan.
Saat pertama kali buka (unboxing) , seperti biasa di suruh set-up login account dan connect internet , dan anehnya ada pilihan Google account (mungkin hanya untuk import data tertentu seperti contact). Setelah connect langsung auto-update sendiri dan ukurannya dibawah 50mb (cukup kecil ukurannya jika dibanding android dan iOS, mungkin karena Cuma minor update). Di Box tertulis ada 14 regional languages India yang menunjukkan Samsung fokus terhadap daerah yang dipasarinnya.

UI

UI home screen interfacenya menurut saya sangat menarik, karena berbeda dengan gaya interface OS lain (Android, iOS, Windows Phone, BB10, dl) , dimana di Tizen screen terbagi menjadi bagian Widget pada bagian atas, dan ada 2 baris icon yang biasa di sebut Dock pada Android (permanent ga bisa di slide kanan kiri untuk ganti icon), bagian Dock ini bisa di geser(slide) keatas dan memunculkan icon-icon aplikasi lainnya. Dock bisa ditaruh icon Folder. Mungkin gaya UI seperti ini paling mirip dengan BB Playbook, tapi itu ya tablet dan karena ga bisa widget jadi bagian atasnya adalah halaman Multitask di BB Playbook.

Modif Theme & sejenisnya...

Yang menjadi perbedaan lain adalah Tizen secara default sangat focus terhadap theme dan customize pada UI OS, dimana secara default di setting kita dapat mengatur Theme, Style, Warna, Icon pack, Keyboard Style, Font, Camera Timer, dll tanpa menggunakan Launcher lain/alternatif. Screenshot pada Tizen menggunakan tombol Power button + Home .
Tizen OS sangat smooth , sebelumnya Samsung pernah klaim Tizen OS merupakan yang paling ringan dan smooth, ada kemungkinan apa yang di klaimnya benar dari pengalaman saya menggunakannya. Screen wake-up nya lebih cepat daripada Samsung Galaxy Note 4 yang saya gunakan, terutama jika HP sudah beberapa saat tidak digunakan, padahal secara spec Z3 lebih rendah (catatan: resolusi screen juga pengaruh). Startup Z3 lebih lambat dari Note 4, tetapi catatan note 4 merupakan salah satu yang paling cepat di market (lbh cepat dari iphone 6 plus dari yang pernah saya banding). Startup nya membutuhkan 29-30 detik dari screen off (dimulai dari tekan tombol power).


Z3 memiliki home button yang jika di tekan 2x, seperti kinerja S6 yang untuk launch Kamera secara cepat, Tentunya fitur ini bisa di disable jika mau. Notification panel  pada Z3 mirip dengan launcher TouchWiz pada Android Samsung , bedanya yang ini lebih simple karena tidak bisa gesture 2 jari untuk munculin lebih banyak icon shortcut. Kemudian Auto brightness diganti dengan fitur Outdoor  , dan tidak ada tombol S Finder dan Quick Connect. Terdapat tombol Torch di Notification panel yang ga ada di default Android Galnote4. Ada tombol Notification Setting, yang dimana kita bisa memilih app mana saja yang bisa muncul Notifnya dan mana yang mau kita disable.
Tombol Power kalau di tekan akan memunculkan pilihan Restart (suatu opsi fitur umum yang tidak ada di iOS ga tau kenapa), Enable Flight Mode, dan Power Off. 

Jika ada SMS masuk , pas dalam keadaan kita sedang di homescreen, maka ada Notif Bar  muncul di bagian atas screen , agak besar ukuran kotak/bar nya dan ada pilihan Call, Reply, View.


di Setting, Jika di iOS sistem centangnya menggunakan icon slide dan warna hijau untuk aktif, di Android menggunakan kotak centang, maka disini lebih mirip hybrid keduanya, tekan untuk mengaktifkan dan menjadi warna hijau, dan warna abu-abu untuk non-aktif.

Setting
Dibagian Setting, terdapat beberapa perbedaan, seperti ada nya option “Styler” untuk set Theme, Icon Pack dan sejenisnya seperti yang dijelasin sebelumnya, dan ada “Special Days” sebuah fitur untuk auto mengganti wallpaper dan lock screen secara otomatis pada hari tertentu.


Screen Lock Type ga berbeda dengan Android ada pilihan Swipe, Pattern, Pin, Password, dan None (hilangin lockscreen, salah satu pilihan yang paling kusukai dan ga ada di iOS). Kemudian dibagian security ada Find My Mobile dan kemudian tertanam Antivirus Software McAfee Security, nampaknya Samsung bekerjasama dengan McAfee untuk urusan keamanan.


Untuk urusan pengecekan, ada Data Usage , Storage and Ram info, Battery Usage yang informasinya menurut saya sangat detail, dan yang menarik di home screen ada app SmartManager yang punya tombol Clear, jadi cukup tekan 1 tombol sekali langsung clear RAM dan bersihin Storage sekaligus .
Set-up Account , secara default terdapat pilihan Samsung Account, Dropbox, Email, Google, Microsoft Exchange. 
Setelah menambah account Dropbox, dapat di akses lewat "My Files".

Backup dan Reset ,uniknya selain ada pilihan save di Cloud dan Factory Reset, ada lagi pilihan USB Mass Storage Backup via OTG (tidak ada di android ataupun OS lain).
Di Tizen, pengaktifan menu Developer Options agak berbeda, jika di Android klik 5x build number, maka disini melalui Dialer Code * #84936#, sayangnya pilihan setting pada Developer Options sangat sedikit, terutama yang yang biasa saya gunakan untuk mematikan fitur animasi transisi screen.
Tethering / Hotspot sama dengan Android Galnote4, ada Mobile Hotspot, USB Tethering, Bluetooth Tethering.

Keyboard


Keyboard bawaan menggunakan theme mirip iOS,  tetapi bedanya memiliki baris angka di bagian atas , dan theme bisa diganti ganti secara bawaan melalui setting. Tidak lupa juga terdapat fitur keyboard swipe (fungsinya untuk menulis kata-kata tanpa melepas jari, jalan terus gitu, pertama kali terkenal oleh developer app SwiftKey Keyboard di Android). Kemudian ada juga fitur Text Shortcut , pengguna Blackberry OS atau BB10 pasti sudah familiar dengan ini (salah satu andalan BB jaman dulu).

Tidak ada menu Accessibility.

Tidak ada Clear Data pada bagian apps manager, jadi mungkin ga bisa cheat kalo maen game atau mau ganti pin bbm , tapi ada Clear Cache.

di halaman Apps > App Manager , ada info previleges atau apa saja yang bisa diakses/control oleh app. Juga ada option Default apps yang mengatur default home screen dan app default lainnya

Menu Sounds And Notifications, kita bisa atur atau memilih notification dari app apa saja yang di allow/ijinkan untuk tampil. Trus ada juga pilihan Do Not Disturb dan bisa white list app apa yang di ijinkan berbunyi disaat Do No Disturb di aktifkan. Juga ada pilihan apakah notif akan muncul di Lock Screen (ada 3 pilihan; show all content, hide sensitive content, don't show notification)

Privacy and Safety, ada fitur Private Mode, Send SOS messages, Privacy settings, dan Location Services. Yang menarik adalah Privacy setting, dimana sebagai contoh jika kita mengecek Call Log, maka akan muncul list list aplikasi apa saja yang bisa akses Call Log kita, biasa orang males check aplikasi yang akan kita download bisa akses apa aja, ini sangat membantu untuk yang mementingkan masalah security dan privacy. Private Mode seperti namanya untuk protect password isi Gallery, Video, Music, My Files, Voice Recorder.


Terdapat fitur Ultra Power Saving yang membuat UI jadi simple dan screen hitam putih dan beberapa hal lain untuk menghemat battery. Disaat battery kritis, fitur ini sangat membantu. Dan saat di mode UPS, kita bisa screenshot tidak seperti di Galnote4/Android yg disable SS.

Di Data Usage , selain informasi, terdapat fitur Ultra Data Saving, yang bertujuan mengurangi penggunaan data dengan mengurangi render image , juga ada Data Management yang bisa mengatur aplikasi mana saja yang boleh menggunakan mobile data di background (spt iOS).


Ada juga halaman Dual-Sim karena Z3 support dual sim card, dan ada fitur dimana kedua kartu sama-sama aktif , jadi jika kita sedang berbicara di telepon atau menjawab telepon, terus ada panggilan masuk dari kartu yang satu lagi, maka itu juga akan masuk, jadi bisa dua2 berjalan sekaligus gitu.

Bloatware

Bloatware (app bawaan) sangat banyak, biasa deh Samsung, ada Whatsapp, Facebook, FB messenger, Mix Radio, WeChat, Quikr, HERE Maps, TrueCaller, Weather, OlaCabs, DailyHunt, Cricbuzz, McAfee Security, Asphalt Nitro, Google Search, Cricket Champs, SmartSwitch Mobile, My Galaxy, dan SmartManager.

Terdapat File Manager (yg ga ada di iOS ataupun Windows Phone, WP bisa download third party tapi jelek karena terkesan maksa). Di dalam file manager terdapat pilihan Folder(device storage) seperti biasa, ataupun mencari file berdasarkan jenis kategori (images, videos, audio, document, download history), dan ada juga Cloud Storage dari Dropbox. Tentu saja tidak lupa ada tombol Search untuk memudahkan pencarian file.

App TruCaller adalah sebuah aplikasi telepon yang kalo ada incoming call (panggilan masuk), dia akan search di web siapa identitas orang tersebut.
Map menggunakan HERE maps, yang dulunya adalah milik Nokia.
Satu-satunya aplikasi yang berhubungan dengan Google hanyalah app Google Search.
Youtube ada iconnya sendiri, tetapi saya rasa itu bukan app native, melainkan web app atau web html5 app (ga tau bahasa mana yang benar) , mirip dengan pendekatan Firefox , tetapi saat di buka mirip banget dengan app asli/native , mungkin orang awam ga bisa bedainnya. Jika saya bandingkan dengan Youtube non-native yang terdapat pada Windows Phone dan Firefox OS, yang ini tampilannya lebih mirip asli. Cuma ada satu hal yang agak lain, dimana saat memainkan video di Youtube, maka tizen akan memaksa kita untuk masuk ke semacam media player bawaan, mungkin ini minus point jika anda terbiasa nonton sambil baca-baca post komentar/isi teks di deskripsi, jika tidak ya tidak masalah.

Multitask

Screen multitask diakses melalui hold(tahan)tombol Home, dan mempunyai interface yang berbeda dengan OS lain, menurut saya itu plus point karena tampil beda, jika Android menggunakan interface Card geser atas bawah, terus iOS dan Firefox menggunakan interface Card geser kiri-kanan, maka ini menggunakan icon yang di geser atas bawah terus 1 buah tampilan card nya berupa preview multitask. Tentu saja tidak lupa ada tombol Close All, dan jika mau close satu satu di geser ke kiri cardnya. Tidak ada tombol untuk ke screen Active Application yang memiliki info RAM status seperti di Galnot 4. Unboxing , aplikasi dan system bawaan memakan 451mb / 44% dari 1gb RAM.

Gallery
Gallery memiliki 2 pilihan View, berdasarkan Waktu atau Album. Dan ada fitur Rename, SlideShow, Details (yg ga ada di BB10), Set As, Sharing(fitur penting yg ga ada di iOS). Ada perbedaan seleksi antara Android dan Tizen, jika Android kita memilih seleksi photo dulu baru Move atau Copy, maka disini kebalikan, kita memilih Move atau Copy di Menu dulu baru seleksi (sama aja sih Cuma beda proses).

ada fitur Collage juga , dimana ini mirip dengan editor photo yang biasa menaruh beberapa photo menjadi satu photo untuk keperluan social media, dan juga bisa ditaruh bingkai. Sayangnya tidak ada fitur resize photo (memperkecil ukuran photo) pada bawaannya seperti Galnote4.

Browsing
Browser Tizen bawaannya telah miliki fitur Pop-up blocker, secara umum ini merupakan plus point, tetapi untuk orang awam terkadang membawa masalah, dimana saat saya tes download lagu di sendspace, semua download gagal , sudah di tes beberapa kali gagal, saat di tes ke Galnote4 bisa. saya pikir bug, ternyata saat saat non-aktifkan fitur Pop-up blocker, jadi bisa , nampaknya pembuat website disable download jika browser kita ada add-on itu, hal ini akan trouble untuk pengguna awam ntar dikira HP nya ga bagus atau bermasalah.

Tizen Store
Tizen Store memiliki tampilan yang mirip dengan Android Google Playstore versi dahulu (old version), ada halaman pembagian Kategori, kemudian halaman Top Free, Top Paid, Top New Free, Top New Paid, dan Featured. Tampilannya sederhana dan terlihat lebih simple dari iOS Appstore dan Google Playstore.

Aplikasi umum seperti Twitter dan Telegram tidak ada, kemudian beberapa games terkenal seperti Candy Crush dan Angry Birds ga ada, dan yang agak mengejutkan saya search Cut The Rope juga tidak ada, padahal dulu pernah dibilang ada (ga tau kenapa deh), apalagi cut the rope merupakan game dengan dukungan platform terbanyak. Asphalt secara bawaan sudah ada jadi tidak perlu download. Aplikasi dari Group Facebook semua hadir seperti Whatsapp, Facebook, Facebook Messenger, Instagram . Kelihatan bahwa Mark Zuckerberg sangat mendukung platform Tizen ini. Aplikasi besar dari non-FB group mungkin Opera dan MX Player .

update maret 2016: Telegram akhirnya muncul di Tizen Store (sementara hanya bisa untuk Z3), biarpun masih ada bug.

update mei 2017: Plant vs Zombies, danger dash, Temple Run ada di tizen store



Ukuran aplikasi tergolong kecil, berikut perbandingan salah satu app umum Whatsapp:

Tizen OS: 9.79mb
Android: 19.86mb
iOS: 68mb (ntah kenapa besar gitu)
Windows Phone: 26mb
Blackberry OS (os lama): 9mb
Symbian OS : 6.5mb
Blackberry 10: 20.4 mb

memang belum sebanding dengan Firefox OS untuk ukuran aplikasi-aplikasinya, tetapi dibanding OS lain, ukurannya termasuk kecil.

Terdapat aplikasi Theme Store tersendiri dan terpisah dari Tizen Store, ini membuktikan bahwa Tizen sangat berorientasi kepada modif Theme bawaannya, cocok untuk yang suka gonta-ganti theme.

Untuk compatible dengan Android app belum saya coba, yang pasti membutuhkan app tambahan seperti ACL OpenMobile (tersedia di Tizen Store), jadi semacam emulator gitu.

update versi 2.4.0.2 tgl 16 januari 2016:
Angry Birds telah hadir di Store, menggunakan ACL porting. saya merasakan connect ke tizen store sedikit lebih lambat di versi 2.4.0.2. Top 23 aplikasi recommended saya; Whatsapp, Facebook, WeChat, Instagram, VLC Player, MX Player, Opera Mini, McAfee, Torrent Downloader, Angry Birds, Candy Crunch, Here Maps, Hancom Office, TruCaller, Download Booster, Asphalt, Drag Racing, App Locker, ACL, SShare, Photo genie, Facebook Messenger, dan tentu saja Telegram.

System kerja
Saat pertama kali saya membuka whatsapp, terus disuruh download sesuatu (in-app download) dari FB server, terus jika kita tekan back button disaat download , maka akan cancel + keluar dari app , jadi jika ingin tetap jalan dan melakukan hal lain, harus menggunakan home button, kayaknya sedikit berbeda dengan kinerja Android yang biasa kalo ada download/update di in-app , tekan tombol back tidak berfungsi /disable ataupun kadang keluar dari app tapi download tetap jalan. Perlu saya check dan teliti lebih lanjut apakah semua in-app download begitu di Tizen.
Di Tizen Store, ada satu yang saya suka dibanding OS lain , jika kita Cancel pas update atau download app di Tizen store, ataupun karena masalah koneksi internet / server , pas kita ulang download di kemudian waktu, kita tidak perlu download dari ulang atau 0%, tetapi tetap lanjut dari yang terakhir kali (selama tidak reboot hp kita).

Music Player
Aplikasi music player bawaan sangatlah simple, ada tab playlist, tracks, albums, artists, folders dan bisa scroll dengan pilih huruf a-z untuk mempercepat pencarian lagu, saat di halaman pemutaran lagu/musik, ada fitur fitur umum seperti shuffle, repeat, favorite, queue, dan yang ga umum adalah tombol recorder di halaman musik. Juga ada beberapa fitur yang muncul di samsung galaxy line seperti SoundAlive, search online, auto turn on/off dan tentu saja detail file lagu.


Kamera
kamera memiliki beberapa fitur mulai dari beauty face seperti yang terdapat pada Galaxy series, terus HDR yang umum ada pada iOS/iPhone dan Galaxy series, terus panorama shot, continous shot, dan night shot.
Dream Shot merupakan fitur yang cukup unik, semacam template sebelum mengambil foto, misalkan template cangkir kopi, maka kita bisa mengambil foto seseorang sebagai bayangan air kopi. Pro Shot merupakan Manual Mode (ISO, exposure, dll).  Akses kamera selain dengan cara umum lewat icon app, bisa juga akses dari Lock Screen ataupun menekan 2x tombol home dengan cepat.

Plus Point
Beberapa plus point yang tidak dibahas diatas diantaranya kemampuannya yang mirip Android dari segi Customize/modif , open source, dan sejenisnya. Tetapi juga mirip easy to use dan ringannya iOS, sehingga boleh dibilang menggunakan kelebihan-kelebihan OS lain untuk digabung menjadi 1.
Manajemen batterynya tergolong hemat jika dibandingkan dengan Android dan iOS kalau berdasarkan feeling saya (tidak tahu gimana cara mengukur dengan angka variabel, jadi pakai feeling perkiraan saja).

Update 28 Mei 2016:

  • terdapat fitur Multi Wallpapers pada lockscreen , jadi auto ganti wallpaper setiap kita wake up screen / unlock screen
  •  terdapat fitur sing & record karaoke, jadi music player nya ada keluar lagu di speaker tanpa suara (hanya musik) terus ada lyric keluar di screen dan kita nyanyi, terus di rekam. setelah selesai rekam,  ada fitur yang menyuruh kita selfie untuk dijadikan cover art album (cocok untuk yang suka cover lagu)
  • fitur lockscreen Invisible Pattern , mirip lockscreen pattern pada HP lain tapi yang ini invisible
  • fitur photo collage, semacam fitur multi-photo di jadikan satu photo
  • fitur offline browser page 
  • fitur video wheel, fitur ga penting, cuma slow motion backward video
  • Enhanced message , fitur ga penting 
  • Split Bills pada calculator , fitur ga penting



Minus Point
Tentu saja tidak ada product yang sempurna di mata saya, semua OS memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Selain masalah aplikasi yang menjadi kendala bagi OS baru, yang tidak saya suka ada di bagian browsing yang saat download tidak ada tombol cancel , hal ini juga tidak ada di Android, sehingga langkah untuk cancel nya agak repot harus slide notification panel>tahan lama app notif>masuk kehalaman baru>remove/clear app yang sedang didownload. Kekurangan lain di browser adalah biarpun ada pilihan fitur Mobile View/Desktop View, tetapi beberapa website seperti Sendspace tidak berjalan semestinya, selalu Desktop View padahal di galnote4 bisa.
Sewaktu pertama kali membuka whatsapp, tiba2 screen berwarna putih dan lama, saya pikir freeze karena ga jalan gitu, ternyata semacam loading gitu suruh download sesuatu dari Facebook Sever , sesuatu yang tidak ada di OS lain, saya tidak tahu kenapa bisa begitu, tapi itu hanya saat pertama kali mau register, mungkin efek dari app yang berdasarkan web.

Halaman Multitask yang tidak ada info pemakaian dan sisa RAM juga dirasa kurang.
Beberapa bug Minor tentunya masih hadir, seperti contohnya saat saya update Whatsapp di store, beberapa kali tekan tombol update tidak jalan, terpaksa harus tekan tombol back button, baru masuk lagi dan kali ini bisa. terus bug update yang melalui notification , kadang bisa buat blank page, trus juga ada bug habis download app trus di halaman app itu di tizen store nampak blank page. 

Di Tizen Store, saat saya download salah satu aplikasi, terus screen-off, maka downloadnya ga jalan, hal ini cukup menganggu jika download ukuran besar terpaksa screen harus On terus.   - Fixed di update terbaru 2.4.0.2

Akses ke Tizen Store sedikit lebih lambat dibanding dengan kompetitor (akses,download,loading,dll)

Syarat kompatibel aplikasi di Tizen Store terlalu ketat jika dibanding Android, maksudnya sebuah aplikasi muncul di Store itu biasanya setelah memenuhi syarat Model HP, Versi OS, Spesifikasi HP, Negara pemilik HP, versi negara HP, dll, nah itu yang membuat antara 1 HP dan HP lain bisa berbeda market/storenya, yang menjadi masalah di Tizen itu adalah terlalu ketat penyaringannya, mungkin Samsung ingin agar setiap aplikasi yang kita download benar-benar kompatibel, tapi efek negatifnya banyak app yang harusnya ada jadi ga muncul di Store.

update: terkadang ada bug akses tizen store dengan wifi, jadinya loading ga siap2 dan ga bisa ke index , tapi pas pake search , hasil pencariannya muncul, pas ganti koneksi ke gsm, ga ada masalah bisa ke index. Nampaknya download juga error jika menggunakan wifi, muncul error "Service not available. (0x30001)"  --> jika anda mendapat bug ini, tutup wifi, akses menggunakan GSM data dulu, trus reboot HP, baru tes akses menggunakan GSM data lagi, dan setelah bisa baru aktifkan Wifi lagi.

Update 28 Mei 2016: 
  • jika ada notif iklan, kita tidak bisa tahu darimana asal iklan itu, dari app apa datangnya (kalau di android bisa dengan tekan dan tahan di notif nya)
  • ga ada "search" feature (misalkan search application)

Perkiraan bentuk dan ukuran
Perkiraan ukuran Z3 jika dibanding dengan Samsung Galaxy S6 Edge dan iPhone 6S Plus, terlihat kalo Z3 mirip dengan pendekatan Galaxy series dimana faktor body-to-screen ratio cukup bagus (yg dimana merupakan kekurangan dari iPhone, sebagai perbandingan iphone 6s plus memiliki body lebih besar/panjang dari Note 4 tetapi screen Note 4 bisa lebih besar, itu disebabkan karena bingkai iphone tepi kiri-kanan, atas, bawah lebih besar marginnya).



Kesimpulan akhir:
Tizen OS is ready to prime time!

Nampaknya keputusan Samsung yang terus menunda peluncuran Tizen dan bermain lambat karena untuk mematangkan OS , sehingga tidak mengecewakan kesan pengguna terhadap OS baru yang biasa terjadi (Firefox OS, Ubuntu Touch, BB10, WP, dll).
Dengan dukungan penuh Samsung semoga penjualan Tizen phone akan tinggi, yang kemudian mengakibatkan para developer Software / Aplikasi akan beramai-ramai fokus membuat app di Tizen Store.
Tampilan sederhana dan mudah digunakan, Tidak terasa lag, buka app cepat, ukuran aplikasi kecil, memory manajemen yang bagus, bug yang tergolong minim untuk OS baru, Theme-oriented (fokus di theme), dan Hemat Battery. itu beberapa kesimpulan singkat positif yang saya berikan.
Saya rasa Tizen banyak belajar dari keunggulan OS lain, bahkan mungkin mengambil Easy to Use dan Simple nya WebOS biarpun masih belum tahap itu (WebOS merupakan OS paling Easy to Use dan Simple, dibandingkan OS lain termasuk iOS)
Di luar software Tizen, jika kita bicara perangkat, Wifi Sinyal nya tergolong sangat bagus, pas bersebelahan dengan iPhone 6s Plus pinjaman family dan Galaxy Note 4, Samsung Z3 memiliki sinyal penuh 4 kotak, sedangkan iphone 6s plus dan galnote 4 tidak full bar nya.
Kualitas kamera agak kurang ,  distorsi dan noise sangat terasa, ntah karena sudah terbiasa melihat hasil kamera dari flagship high-end lain atau apa , jadi nya terasa kurang hasilnya.
Lubang Earphone berada di bawah. Startup Z3 membutuhkan waktu sekitar 29-30 detik dari screen off.
Kekurangan di Ekosistem Aplikasi yang kerap terjadi pada OS baru, diharapkan dapat terpecahkan, semoga ACL juga semakin giat menambah daftar app convert nya, biarpun lebih diharapkan native apps karena performance tetap lebih baik.
Tambahan informasi, storage yang tersisa adalah 4.8gb of 5.49gb, berarti storage yang available adalah 4.8gb. kecepatan buka app vs note4 android, buka vlc dan whatsapp menang note4, buka opera mini menang z3.
Sejak pertama kali open box sampai sekarang mungkin sudah ada 3-4 update OS ,dan semuanya berukuran dibawah 50 mb, nampaknya memang OS ini agak ringan ukurannya.

Demikian sedikit review awal Tizen OS dan sedikit pembahasan hardware Z3, tentunya Review ini akan kurang valid dimasa mendatang karena update-update Tizen OS berikutnya. Semuanya adalah opini pribadi .

Minggu, 29 November 2015

3 Petinju terbaik dan paling berpengaruh di era 2010-an

Wladimir Klistchko

Petinju yang boleh dibilang paling kuat dalam sejarah tinju dunia ini berasal dari Ukraina (saudara negara rusia yang terkenal akan tinju), sekarang ini beliau pemegang banyak gelar Heavyweight/kelas berat(terbanyak dalam sejarah) mulai dari WBA, IBF, WBO, IBO, the Ring,  TBRB, dan IBA, beserta beberapa title Regional.
Satu-satunya gelar yang belum pernah dimenangkan adalah WBC karena saat itu dipegang oleh abang kandungnya sendiri Vitaly Klitschko dan mereka berjanji untuk tidak bertarung satu sama lain (biarpun sekarang sang kakak telah pensiun dan title dipegang oleh orang lain). Sebelumnya Wladimir pernah memenangkan WBC dan beberapa title minor, regional dan non-profesional seperti EBU, NABF, WBO NABO.
Wladimir Klistchko kalah melawan Tyson Fury pada tgl 29 November sebelum berusaha untuk menggabungkan (unify) semua gelar juara heavyweight dengan melawan pemegang WBC.

Manny Pacquiao

Sangat jarang seorang petinju Asia bisa mendominasi dunia tinju seperti dia, mungkin Manny "Pac-Man" adalah petinju Asia paling terkenal yang pernah ada dalam sejarah. Dia adalah satu-satunya petinju yang pernah memenangkan 8 Divisi kelas tinju berbeda (yang secara total memenangkan 10 title dari Divisi kelas atau Organisasi tinju berbeda).
Pertarungannya dengan petinju Golden Boy Oscar De La Hoya membuat namanya menjadi naik drastis. Dikatakan setiap dia bertarung dan naik ring, di philipina jalanan menjadi sepi total , beberapa kantor diliburkan untuk menontonnya.
Selain Tinju , dia juga seorang atlet bola basket, politik, penyanyi, aktor.
8 Divisi kelas berat yang pernah dimenangkannya adalah Flyweight (112), Super Bantamweight (122),Featherweight (126),Super Featherweight (130),Lightweight (135),Junior welterweight (140),Welterweight (147),Super Welterweight (154).

Floyd Mayweather, Jr.

Floyd adalah petinju paling sukses yang pernah ada, penghasilannya didunia tinju adalah yang paling tinggi dalam sejarah, itu juga kenapa julukannya adalah "The Money" . Floyd sudah pensiun dari dunia tinju dan memegang rekor tidak terkalahkan dengan 49 kemenangan.
Pertarungannya dengan Manny Pacquiao , dia mendapatkan sekitar $220-230 juta dollar (sekitar 3.2 trilyun), sedangkan Manny sekitar 150-160 juta dollar. Diperkirakan total penghasilan Floyd hanya dari dunia tinju saja mencapai $700 juta , belum termasuk diluar ring.
Mayweather menghasilkan sekitar $1,311,000,000 dari pay-per-view (subscribe acara oleh pemirsa yang dilakukan pihak tv cable/kabel tv/pay tv untuk satu buah acara dan total  $19,530,000 pembelian pay-per-view selama karir.
Pertarungannya dgn Manny, yang merupakan bayaran tertinggi itu setara dengan pemain terkenal NBA Tim Duncan selama 18 tahun, dan ini hanya 1 malam ataupun hitungan menit dibawah 1 jam.

Rabu, 28 Oktober 2015

Arti Tanda Kecepatan Radio dan Internet Mobile



  • 1G - saat jaman handphone masih berukuran besar dan hanya untuk call
  • 2G - saat jaman diperkenalkan sms
  • 2.5G aka GPRS  - jaman munculnya mms dan internet wap 
  • 2.75G aka Edge - jaman mulai terkenalnya internet wap dengan kecepatan lambat sehingga beberapa perusahaan membuat website versi wap yang sederhana 
  • 3G - kadang disebut UMTS, era kebangkitan internet
  • 3.5G aka HSPA aka HSDPA , - biasa memiliki logo H
  • 3.75G aka HSPA+ aka HSDPA+ , - memiliki logo H+
  • LTE aka 3.9G, biasa sering disebut 4G dalam marketing (pelakunya Samsung) dan kemudian menjadi pemahaman umum bahwa lte = 4G , lte memiliki kekurangan di jenis frekuensi yang terlalu banyak dan berbeda2
  • 4G aka true lte atau lte-a (lte-advanced), 4G dalam arti sebenarnya memiliki kecepatan beberapa kali lebih cepat dari LTE, beberapa opsel di US seperti AT&T and T-Mobile menggunakan simbol 4G padahal kecepatan hanya 3.5G, cuma rebranded ganti logo doank untuk tujuan marketing penjualan.
  • Tri-band lte-a, dikembangkan di Korea, menggunakan 3 frekuensi lte-a dan digabung menjadi satu , biarpun kecepatannya tidak sampai 3x karena beberapa faktor
  • cdmaOne , 2G versi CDMA
  • CDMA2000 1X , 2.5G versi CDMA
  • CDMA2000 1xEV-DO Release 0 , 3G versi CDMA
  • CDMA2000 1xEV-DO Revision A dan EV-DO Revision B, 3.5G versi CDMA
  • Mobile WiMAX , koneksi sekelas LTE yang kalah bersaing dan kurang di favoritkan
  • WiMAX, koneksi jenis IEEE sekelas LTE-A 
  • 4G+ , nama lain dari lte-a , beberapa negara menggunakan istilah ini dibanding lte-a, seperti Singapore
  • 4G Plus , digunakan di Australia , biarpun menggunakan nama 4G plus, aslinya cuma LTE
  • 4GX, sama dengan 4G Plus, hanya nama marketing
  • XLTE , sama dengan atas, kecuali yang ini dari Verizon
  • VoLTE, sebenarnya hanya sebuah VoiP aka voice call, tapi menggunakan jalur lte
  • LTE cat 1 sampai cat 15, lebih cepat sedikit dari lte biasa (atau lte cat 0), semakin tinggi categorynya semakin cepat downlink/uplink nya
  • 4G / 4G+ LTE Cat 6 , menggunakan double bandwith, 2x lebih cepat dari lte cat 4 yang umum digunakan, kecepatan sampai 300mbps
  • 4G / 4G+ LTE Cat 9 , pertama kali muncul pada samsung galaxy note 5, memiliki kecepatan sampai 450mbps
  • WiDEN, protocol setingkat 2.5G yang dikembangkan Motorola
  • 5G , masih dalam perkembangan untuk masa depan... sementara yang paling berhasil mengembangkan teknologi ini adalah Samsung di ikuti Motorola/Panasonic


source:
  • http://www.techrepublic.com/blog/tech-sanity-check/how-att-and-t-mobile-conjured-4g-networks-out-of-thin-air/
  • http://www.makeuseof.com/tag/what-the-heck-do-4g-4gx-xlte-lte-a-and-volte-mean/
  • Wikipedia


Senin, 14 September 2015

Internet of Things – Era Elektronik Berkomunikasi







Internet of Things – Era Elektronik Berkomunikasi

Banyak perusahaan teknologi dan elektronik yang sedang bersaing satu sama lain, terutama di bidang smartphone, tetapi di masa yang akan datang , mereka akan bersaing di level selanjutnya, yaitu IoT (internet of things), sebuah era dimana semua barang saling terkoneksi/terhubung satu dengan lainnya melalui internet , sehingga bisa sharing informasi dan selalu sinkronisasi.
Untuk sekarang ini kita hanya menghubungkan antara device yang satu dengan device lainnya yang biasa berupa Gadget (smartphone, tablet, laptop/notebook, dll), dimasa yang akan datang yaitu era IoT, semua terhubung mulai dari kulkas, ac, timbangan, lampu, kamera, air purifier, penghisap debu, mobil, dll bahkan sampai Kasur anda (ya bisa mengetahui dan mempelajari kondisi tidur anda, kesehatan, ke-nyenyakan, pola tidur yang di dapat dari sensor yang ditaruh dibawah Kasur, kemudian memberikan informasi data ke pengguna, salah satu contohnya Samsung SleepSense).
Kelebihan dari IoT adalah memberikan kemudahan informasi, tetapi kekurangannya tentu saja di bagian security/keamanan, ingat semua teknologi yang memberi kesenangan pastilah memiliki resiko.
Sekarang perusahaan-perusahaan teknologi sedang berlomba untuk menjadi pemain Major, yang dimana pemenangnya akan menguasai pasar besar dan penting di masa depan. Perusahaan yang mungkin akan curi start duluan adalah Microsoft dan Samsung, kemudian akan di ikuti Apple, Google, Huawei, Intel, dan LG.

Microsoft bekerjasama dengan AllSeen Alliance/AllJoyn yang dipimpin oleh Qualcomm, perusahaan periphelar terkemuka dunia dan telah beranggotakan 180 perusahaan (philips, panasonic, LG, sharp, canon, electrolux, sony, dll). Kemudian Samsung yang menggunakan Tizen OS, open-source platform, untuk barang-barang elektronik rumah tangganya (samsung di untungkan karena pembuat hardware elektronik juga), selain juga bekerjasama dengan berbagai perusahaan lain untuk bebas menggunakan Tizen OS. Apple menggunakan HomeKit , Apple di untungkan oleh brand imagenya yang productnya mudah terkenal, Intel memiliki Iotivity Standard, Google meluncurkan Weave dan Brillo, Huawei merilis LiteOS yang hanya berukuran 10kb, LG memiliki WebOS yang mungkin akan dikembangkan untuk masa depan IoT productnya .

Salah satu contoh penggunaan IoT dimasa depan nantinya seperti jika kita menggunakan mesin cuci dan setelah selesai mencuci , maka mesin cuci akan mengatakan kepada Televisi kita bahwa pakaian telah siap dicuci, jadi seolah barang-barang kita saling berkomunikasi.

Jadi kesulitan dalam IoT adalah sudah pasti standarlisasi , seperti website yang menggunakan http, untuk IoT belum ada standar nya sehingga semua perusahaan memperebutkan hal itu, winner takes everything. 

Sabtu, 08 Agustus 2015

Headphone Driver Types


There are many Headphone Driver Types, the most common is Dynamic Driver, below is the list of other Drivers:


1. Moving Coil Drivers (Dynamic driver)
Moving coil drivers, or just regular dynamic drivers, the regular part of that nomenclature deriving from the fact that the vast majority of sound drivers in use today are this type, work by passing an electrical current through a coil of metal, called the voice coil and commonly made of copper or aluminium, which is located inside a matching sized cylindrical channel bored into a permanent magnet. The magnet exerts a continuous magnetic field on the voice coil, which is attached to a cone or dome of rigid material, called the diaphragm. The diaphragm is commonly paper for loudspeakers and plastic for headphones, but other materials such as Kevlar or metal can be used. As an electrical signal is passed through the coil, its magnetic field is altered, it has become an electromagnet. Differences in polarity between the permanent magnet and the charge of the voice coil will cause the two to attract or repel one another. As the coil is repelled it is pushed away from the permanent magnet causing the diaphragm to move outward. An opposite electromagnetic charge in the coil will cause the opposite effect and the diaphragm will move inwards. At rest (when no signal is passed) the voice coil does not have any charge and the diaphragm will sit at its rest position. This pushing and pulling of the diaphragm, precipitated by the changes in the charge of the coil is what produces the sound.

2. Electrostatic Drivers.
Electrostatic drivers work by suspending a sheet of ultra thin Mylar plastic, held under tension and coated in an electrically conductive material, between two perforated metal plates called stators. The Mylar diaphragm has a high biasing voltage applied over it and by inducing changes in the charge field applied to the stators, the Mylar is pulled toward one stator while being pushed away by the other, and vice versa for motion in the opposite direction. This means that because the driver is producing a mirror motive force, the audio output from an electrostatic driver is dipole, meaning that as much sound radiates outward from the driver in one direction as does in the other. Electrostatic drivers require their own special kind of amplification due to the power requirements needed to drive them.

3. Air Motion Transformers
AMT is the acronym for Air Motion Transformer. Invented by Dr Oscar Heil in 1973, an and known also the AVT or Air Velocity Transformer, the AMT moves air by pushing against itself rather then trying to push air directly. Comprising of a folded Mylar sheet, bonded to a series of Aluminium struts in a high intensity magnetic field, the diaphragm pushes back and forward against itself in a similar physical motion pattern to when an accordion is squeezed in and out to pump air though the reed chambers, albeit over an exceedingly smaller motive range. The result is a dipole driver with an extraordinarily rapid response rate, caused both by the extremely low mass of the Mylar driver, and by the far smaller motion range it undergoes on each “swing” compared to an dynamic driver. In this technical respect, it shares characteristics with the electrostatic driver. The air movement is roughly five times bigger than the movement of the membrane; therefore also the velocity of the air is five times larger and hence the name.

4. Balanced Armatures
With a balanced armature driver you still have a permanent magnet and a voice coil, however the voice coil is not fixed to the diaphragm. In a balanced armature driver the coil is, to scale, longer than the coil on a dynamic driver and is fixed in position just like the permanent magnet. The changes in magnetic field do not move the coil, rather they move an arm (this is the armature part of the driver) which is suspended within the centre of the voice coil. The interaction of the magnetic fields between the permanent magnet and the voice coil cause the armature to piston backwards and forwards. The motion generated in the armature by this system is only very small though, so to have the armature drive the diaphragm in a piston motion like with a dynamic driver is very inefficient. Instead then of pushing the diaphragm directly, the extruding end of the armature is connected by a hinge to a perpendicular driving rod. Audio signals are passed down the drive rod from the armature and the drive rod manipulates the diaphragm from a central axis. Balanced armatures are today only utilised for IEMs insofar as I am aware because they are easier to miniaturise well while preserving sound quality, however they have been used in the past for loudspeakers.

5. Orthodynamic Drivers
Orthodynamic drivers, sometimes called isodynamic drivers, are comprised of a thinly pressed disc made of tightly coiled fine aluminium wire affixed to a mylar sheet or more commonly an printed circuit. This pressed disc is the diaphragm and is usually slightly ridged or pleated in order to give it greater strength and to make it flex more readily in the direction of motion. The diaphragm is then sandwiched between two magnets which have the same polarity facing each other. The magnets are trying to repel from each other and so the whole assembly must be clamped together. The orthodynamic driver is not unlike a magnetic version of an electrostatic driver. Except that we don’t need a special amplifier for them. Indeed, orthodynamic drivers can be easier on amplifiers than moving coil drivers. Orthodynamic diaphragms, like electrostatic ones, can be made much lighter compared to dynamic diaphragms because they don’t need the same degree of structural rigidity. Also like an electrostatic driver an orthodynamic is a planar driver, so the motive force is applied over the entire diaphragm at once. Orthodynamic headphones have been out of fashion with headphone manufacturers for decades now and gods knows why because they can sound just marvellous. Fostex still makes some, but they are the lesser sons of their greater sires. They have their devoted legions of fans of course

6. Ribbon Drivers
Ribbon drivers have similarities with orthodynamic drivers, but only to the degree that dynamic and balanced armatures share similarities. Both of them are planar-magnetic drivers in that they both use a flat diaphragm manipulated by a magnetic field to generate sound. A ribbon driver though, rather than being a flat pressed coil in between two opposing sandwiched disc magnets like an orthodynamic, is a single solid Aluminium strip, held pressed in between two rows of bar magnets. As with the orthodynamic driver, changes in the magnetic field manipulate the Aluminium to generate sound. Oscar Heil’s original Air Motion Transformers were an augmentation of this ribbon technology. The only headphone which I know of that uses a ribbon driver is the ribbon prototype built by Head-Fi member Setmenu. Problems with Ribbon Drivers include exceptionally low impedances, often well below 1 ohm in some cases.

7. Piezoelectric Drivers
With everything above, the generation of sound is achieved by the manipulation of a diaphragm by a separate motive generator. In each case, a piece of plastic or metal is manipulated by a magnetic or electrostatic field generated by a mechanism external to the diaphragm. With a piezoelectric driver, the diaphragm itself is the motive generator. Electricity is passed through the diaphragm and the physical material of which the diaphragm is composed then alters in shape with the variance of the electrical signal. The piezoelectric effect was originally discovered the other way around when it was established that certain materials would generate electricity when they were squeezed.
n theory, this is one of the best possible ways to generate an audio signal; however the practical application is never as simple as the theory behind it. A driver comprised of a piezoelectric panel, as employed by Pioneer in the SE-700 does not have a lot of excursion, meaning that it cannot “swing” very far. As a result, low frequency sound becomes difficult to reproduce. Any planar drive system has a similar problem when compared to a moving coil system; however it is not possible to increase panel size for greater low frequency reproduction, as can be accomplished with electrostatic or magnetostatic speakers, obviously because one can only make a panel so big for a headphone before impracticalities set in. We have all seen the size of the Jansen panels used in the Jecklin Float electrostatic headphone. As well as this you cannot, unlike with an electrostatic system, tinker with driver design parameters such as strator spacing or bias voltage. In designing the H2, TakeT have resolved the low frequency problems of limited excursion by borrowing from the Heil design book and making a piezoelectric air motion transformer. An increase in plotted surface area and a preservation of the transient speed of a planar drive system, but without the need for the extraordinarily powerful and subsequently heavy magnets of traditional AMT drivers. They have also resolved the problems with the film of the Pioneer SE-700. The Pioneers film was too wobbly, which exacerbated its problems with bass reproduction. The H2 film is much stiffer; it has to be in order to maintain a Heil wave shape. Will these changes in design over its grandfather be of real sonic merit though?

8. Plasma Driver
contoh cans: PlasmaSonic


Source:
Headfi & Audiophile Indonesia

Selasa, 21 Juli 2015

EA Fifa series pernah di rilis hampir di 50 Platform berbeda

Game Fifa series buatan EA merupakan game yang pernah dirilis di paling banyak platform, sejak tahun 1993 sampai sekarang telah dirilis di Hampir 50 Platform berbeda. Berikut list nya:
  1. 3DO,
  2. Commodore Amiga,
  3. MS-DOS,
  4. Nintendo Game Boy,
  5. Sega Game Gear,
  6. Sega Mega Drive / Genesis
  7. Sega CD,
  8. Sega Master System,
  9. Super Nintendo Entertainment System (SNES)
  10. Microsoft Windows 95
  11. DOS
  12. Sega 32X
  13. Game Boy
  14. Sega Game Gear
  15. PlayStation
  16. Sega Saturn
  17. Nintendo 64
  18. Game Boy Color
  19. PlayStation 2
  20. Windows 98 / XP/ 2000 / ME
  21. Nintendo GameCube
  22. Microsoft Xbox
  23. Game Boy Advance
  24. Java / Java ME
  25. Nokia N-Gage
  26. Playstation Portable (PSP)
  27. Gizmondo
  28. Symbian S60
  29. Xbox 360
  30. Nintendo DS
  31. PlayStation 3
  32. Wii
  33. N-Gage 2
  34. Zeebo
  35. Facebook Platform
  36. Android
  37. iOS
  38. Windows 7/8
  39. Mobile Phones
  40. Blackberry OS
  41. Mac OS X
  42. Xperia Play
  43. Playstation Vita
  44. Nintendo 3DS
  45. Wii U
  46. Windows Phone 8
  47. Playstation 4
  48. Xbox One
  49. Web-based


Sumber: Wikipedia dan Google


Selasa, 23 Juni 2015

How To Do a Screenshot on your Mobile Phone


  1. Home Button + Power Buton (iOS/iphone, Samsung, BB10), some devices use Volume Down + Power (Windows Phone, Lenovo)
  2. use application like ScreenER (recommended)
  3. use accesorries MiKey/MiClick
  4. Samsung Swipe Screen Feature, a feature on Samsung SmartPhone
  5. An Option on Power Button if u use XPosed Mod
  6. Notification Centre on Some Devices (XiaoMi, Lenovo, etc)
  7. Use S-Pen on Samsung Note series
  8. Voice Command
  9. Accesibility > Dexterity > Assistant Menu (Overlay Icon/Floating icon)
  10. Screenshot Widget / Toggle 
  11. Set Key to execute SS
  12. Shake to Screenshot feature on some app/device
  13. App ScreenShot Easy (Multi-way SS) or Screenshot Ultimate (16 ways)
  14. App ScreenShot by Icordice (touch & hold edge screen / set back button , etc)
  15. Dedicated Soft Buton on Android Tablet

Senin, 25 Mei 2015

NASA Discovers A Super-Distant Galaxy That's 300 Trillion Times Brighter Than The Sun



Ever tried looking at the sun with your bare eyes? Too bright, right? Now imagine looking at something with the brightness of 300 trillion suns. That's how intense "the most luminous galaxy found to date" is, so much so that NASA has created a new classification for it and the 19 other similar galaxies it has discovered: extremely luminous infrared galaxies, or ELIRGs. Scientists have recently spotted the ELIRGs in infrared images of the sky taken by the agency's Wide-field Infrared Survey Explorer (WISE) space telescope in 2010. This particular one is located 12.5 billion light years away, which means it started forming soon after the universe was born 13.8 billion years ago. As for why it's so incredibly brilliant, NASA JPL scientist Chao-Wei Tsai says it "may be from the main growth spurt of the galaxy's black hole."

See, some galaxies have supermassive black holes in the center that actively absorb gas, dust and other matter that form a disc around them. These discs radiate a ton of energy and make the black holes look brighter than stars. Some black holes are a lot more ravenous than others, though, attracting more matter than their less voracious counterparts and, as such, are several degrees more luminous and massive. To wit: the bigger the black hole, the larger the disc and the brighter the whole galaxy.

There are several possible reasons why the black hole in this record breaker is so huge. According to the scientists' paper, it could have just been born big, so it's only natural for it to consume more food than usual. We might also just be seeing a period in its life -- remember, the light WISE spotted was from 12.5 billion light years ago! -- when it was bending the limit of black hole feeding. Finally, it might not be spinning as fast as other black holes, which allows it to go on a sustained binge eating, so to speak. One of the paper's co-authors, Andrew Blain, describes it as "winning a hot-dog-eating contest lasting hundreds of millions of years." You'd have a tough time eating hot dogs while whirling very, very fast, after all.


Source:
* http://www.huffingtonpost.com/2015/05/22/brightest-galaxy-discovered-nasa_n_7420846.html
* Engadget

Rabu, 29 April 2015

Game of Thrones Map Collections

Some good maps i found during a few months, official and non-official. Copyright to their owner or HBO .







Senin, 16 Maret 2015

[Game] EA Fifa Card Guide

[Game] Fifa Ultimate Series (Card Guide)
Genre: 
Football - Sport

Platform: 
PS3, PS4, Xbox One, Xbox 360, Android, iOS, Windows Phone, Windows / PC, Nintendo 3DS, Nintendo Wii, PS Vita

Card Guide
Secara umum kartu terbagi menjadi 4 jenis;

  1. Kartu Pemain
  2. Kartu Consumable
  3. Kartu Staff
  4. Kartu Kit

1. Kartu Pemain (Player Card):

1.1.1 Regular Card - warna Gold, Silver, Bronze 











kartu paling umum, kartu pemain jenis ini terbagi menjadi 3, yaitu Gold, Silver, Bronze .
Pemain Gold biasa memiliki rating 75 keatas, Silver 65-74, dan Bronze dibawah 65.

1.1.2  Rare Regular Card - warna gold, silver, bronze

Setiap Gold, Silver, dan Bronze memiliki versi Rare masing2, jadi contohnya seorang pemain kalo nga Gold ya Rare Gold (salah satu only). Biasa dalam 1 pack itu isinya lebih banyak yang non-rare daripada rare. Seorang pemain Rare bahkan bisa memiliki rating yang lebih rendah daripada yang non-rare.

1.2 TOTW (Team of the Week) - warna Hitam + salah satu warna diatas
kiri-kanan: totw silver , totw gold, totw bronze

Lebih sering disebut IF (in-form) card. 17 pemain yang sedang bermain bagus di dunia nyata pada minggu tersebut, akan dipilih  oleh EA untuk menjadi Team of the Week dan dirilis ke pack, jadi selama 1 minggu , kamu tidak akan bisa mendapatkan kartu reguler pemain tersebut, tetapi versi TOTW , kartu ini memiliki warna hitam. Rating nya lebih tinggi dari kartu regular, umumnya 1 point lebih tinggi tetapi beberapa kasus lebih dari 1 point.
Kartu hitam ini terbagi menjadi 3 sesuai dengan regular card nya (Gold, Silver, Bronze).
Seorang pemain bisa saja mendapat kan IF card yang kedua kali bahkan ketiga kali, dimana IF ke dua memiliki rating yang lebih tinggi dari IF pertama, tetapi untuk mendapat IF kedua , pemain tersebut harus bermain lebih baik dibanding IF pertama, demikian IF ketiga. IF kedua biasa disebut SIF, dan IF ketiga disebut TIF. Total ada 52 totw sesuai jumlah minggu pada 1 tahun.

1.3 TOTY (Team of the Year) - warna Blue

merupakan kartu dengan rating tertinggi di FUT15. Pada bulan January setiap tahun, EA merilis 11 pemain terbaik di dunia pada tahun sebelumnya (jadi toty fut15 berisi 11 pemain terbaik tahun 2014). TOTY memiliki peningkatan rating yang sangat tinggi, sebagai contoh Ronaldo memiliki rating mentok 99.

1.4 Charity Card - warna Pink - Merah


Kartu yang dirilis dalam rangka acara amal atau sejenisnya, di FUT15 pada hari AIDS sedunia, EA merilis 1 pemain kartu warna pink-merah, pemain itu adalah Marquez.


1.5 Record Breaker - warna Red/Blue
Record Breaker Fifa 16
Record Breaker Fifa 15

biasa dikenal dengan nama RB (record breaker atau bisa juga red-blue). Hanya ada 1 kartu jenis ini, dan biasa untuk pemain yang memecahkan rekor. pada tahun 2014 ada Klose , tahun 2013 ada Messi, tahun 2015 kembali si Messi karena memecahkan 2 rekor sekaligus. Kartu ini merupakan kartu paling langka dan paling mahal biarpun ratingnya tidak setinggi toty. Tahun 2016, EA merilis beberapa Record Breaker card

1.6 MotM - warna Orange


fifa 17 nambah strip biru


kartu ini muncul untuk pemain yang bagus disaat pertandingan Cup/Tournament atau match selain League/Season. Sejak Fut15, seorang pemain bisa mendapat second MotM (smotm)

1.7 TOTS (Team of the Season) - warna Blue (+gold/silver/bronze)

di sekitar bulan Juni, EA merilis daftar pemain pemain terbaik di setiap League besar, masing-masing pemain tersebut akan mendapat kartu warna Biru - Gold/Silver/Bronze . Rilisnya tidak bersamaan, tetapi 1 League / minggu.

1.8 Legend card - warna Putih

Kartu ini hanya untuk versi Xbox, berisi legenda pemain2 seperti Pele, dll

1.9 Pro Player Card - warna Biru Teal

EA memilih beberapa pemain asli didunia nyata yang bermain Fifa di versi Console, dan kemudian memberikan mereka 1 kartu pemain Fifa diri mereka sendiri dengan rating sangat tinggi (biasanya rating 95-99) . Jika anda menemukan kartu jenis ini, berarti orang yang sedang bertanding dengan Anda itu adalah pemain bola asli.

1.10 ToTT - hijau atau ungu

Team of the Tournament. Tergantung pada tahun itu ada tournament apa, pada Fut 12 ada Euro Cup, pada Fut13 dan Fut15 ada Africa Cup, Fut14 ada World Cup. Asia cup tidak dianggap sebagai kompetisi yang bersaing sehingga tidak dimasuki EA. EA merilis 17 pemain terbaik pada tournament tersebut, Euro Cup biasa kartu berwarna Ungu seperti 1.11 dibawah , World Cup berwarna hijau seperti MotM WC tetapi rating lebih  tinggi, sedangkan Africa Cup berwarna hitam seperti kartu totw/if . Contoh diatas adalah ToTT Robben dengan rating 92, sedangkan WC MotM ratingnya 91.

1.11 Euro Cup Card - Ungu

Setiap final Euro Cup, dirilis kartu berwarna Ungu, seperti yang terjadi di Fut12 .

1.12 World Cup - warna Blue-Green

Pemain-pemain yang negaranya terpilih di World Cup final, memiliki versi ini, biasa tidak ada logo Club yang tertera di card.

1.13 iMotM / WC MotM - Hijau

Pemain yang pada salah satu match World Cup bermain bagus. Rating lbh rendah dari ToTT biarpun berwarna sama.

1.14 Upgrade Card
Setiap pemain yang bermain bagus dan seharusnya mendapat rating lebih tinggi, akan di upgrade oleh EA pada bulan Februari. Kartu ini mempunyai gambar yang sama dengan kartu regulernya dan kartu reguler yang lama tidak akan otomatis upgrade , jadi harus dapat ulang. Kartu upgrade memiliki rating dan stats berbeda yang sudah di upgrade. Kartu totw biasa juga akan ikut di upgrade sesuai dengan kartu upgrade ini, jadi jika kartu reguler rating 80, kartu totw 81, trus dirilis kartu upgrade 81, maka kartu totw tersebut otomatis akan berubah jadi rating 82.

1.15 Transfer Card
Di sekitar bulan Winter Transfer (januari), EA akan merilis pemain yang sudah pindah club, jadi kartu club lama tetap ada (tidak otomatis berubah), tetapi sudah tidak bisa didapat lagi dari pack. Tidak ada yang berbeda, cuma logo club, tetapi tentunya itu bisa mengubah kombinasi Chemistry, pilihan menjadi lebih banyak.

1.16 St. Patrick Card - warna Hijau

Pertama kali diperkenalkan pada Fut15, EA merilis kartu berwarna hijau yang semua pemainnya berasal dari negara Ireland (irlandia) ini selama 1 minggu pada bulan Maret. Juga dirilis tournament St Patrick yang kalo juara mendapat 1 kartu hijau. Rating pemain sama dengan yang reguler, cuma beda warna doank.

1.17 Concept Squad card - warna abu2 tua

Di Console , kita bisa membentuk squad tanpa harus membeli player tersebut, istilahnya meminjam database untuk membentuk formasi , tetapi tidak bisa menggunakannya (hanya untuk tes formasi squad), pemain yang tidak kita punya akan berwarna abu-abu tua ( warna abu-abu nya lebih tua dari silver card).

1.18 Ambassador Card for Fifa World - Warna Ungu tua

Kartu ini cuma ada di versi Fifa World (cuma dirilis untuk platform PC), jumlah total sampai sekarang hanya ada 3, Arda Turan di rilis bulan agustus 2014, Eden Hazard bulan september,  dan Arda Turan lagi di bulan januari 2015. setiap di rilis hanya muncul 24 jam di pack.

1.19 Hero Card - Warna Ungu (ungunya sedikit lebih muda dari yang atas)

Pertama kali dirilis pada FUT15, kartu jenis ini merupakan Player of the Year (satu pemain  terbaik di satu liga, pemain muda terbaik, pemain yang membawa teamnya promosi ataupun bertahan dari zona degradasi, dll)

1.20 The FUTTIES - warna Pink

Pada bulan Juni 2015, EA merilis Sturridge versi pink , karena Sturridge merupakan pemain yang mencetak gol terbanyak di Game Fifa 15, Sturridge Pink ini hanya muncul di console dan di "Loan" selama 5 games. Warna pink nya berbeda dengan versi Charity (versi pink ini warnanya lebih muda). Versi ini dikasih untuk pemain console PS3,PS4,Xbox One, Xbox 360, PC
edit: kemudian tgl 16 juli, EA merilis 12 pemain pilihan (Futties) untuk versi mobile + console

1.21 Halloween Most Feared Defender - warna Coklat

kartu jenis ini pertama kali dirilis di FUT 16 Mobile , berisi 6 pemain yang memiliki atribut STR diatas 90 (STR berbeda dengan PHY), untuk memperingati bulan Halloween yang jatuh pada bulan Oktober 2015. Kartu jenis ini tidak muncul pada FUT15 mobile dan FUT16 console.

1.22 International Superstars - Biru Teal
Tidak jelas maksud EA merilis kartu ini, warnanya pun Biru Teal yang seharusnya adalah kartu Pro Player card, mereka juga tidak benar benar bermain bagus di ajang kompetisi international pada saat itu, hanya terkenal. Kenaikan rating sekitar 1-2 poin.

1.23 El Clasico card - Hijau

kartu ini pertama kali muncul di Fut 16 dan Fut 15 New Season versi mobile, tidak ada penambahan rating, hanya beda warna . Semua pemain Barcelona dan Real Madrid yang bermain saat itu, mendapat versi ini. Warna Hijau nya sama dengan jenis kartu St. Patrick



1.24 Christmas Card - Merah
EA merilis ini pada bulan desember tahun 2015, pertandingan terpilih adalah inter milan vs lazio, 8 pemain akan mendapat kartu warna merah, dan setelah match, satu pemain terbaik akan mendapat boost +3 . Design kartunya adalah warna merah dengan bias highlight putih dan corak pattern salju putih/es

1.25 Lunar New Year Card - Merah



kartu-kartu ini dirilis saat sekita hari raya imlek, berwarna merah sedikit mirip christmas card diatas, tetapi warna merah total tanpa putih dan memiliki corak berbeda, rating nya selalu angka 88 karena di china angka 8 merupakan keberuntungan, pemain yang terpilih untuk kartu ini nampaknya random.

1.26 Valentine Card - Merah Tua/Maroon
hanya muncul di Fut16 mobile, dirilis untuk merayakan valentine 2016, pemainnya adalah yang dari Match Arsenal vs Leicester (match pada tanggal 14), khusus Vardy mendapat lompatan rating yang sangat jauh, dari rating 71 menjadi 85.

1.27 One To Watch card- Sky Blue / biru langit

lagi lagi kartu ga jelas, ada 4 pemain yang terpilih sebagi kartu OTW; Dybala, Cavani, Millner, Depay. Pemain yang tim nya menang di match akan mendapat rating OVR +5.

1.28 Knock Out Phase card - Maroon+Black
mirip valentine card, cuma ditambah warna hitam dibawahnya. total ada 25 kartu jenis ini.

1.29 Festival of FUTBALL aka. IMOTM Euro 2016/Copa America 2016
Berbeda dengan Euro 2012, kali ini EA mengambil tema design berbeda, dengan Merah Tua dan Biru Tua ke-unguan sebagai warna utamanya.

1.30 One To Watch Fifa 17 - hitam 

Biarpun memiliki penamaan yang sama dengan versi mobile, tetapi kali ini berbeda konsepnya. Design kartu serba hitam. Dan kartu ini muncul pada 30 september 2016 di Fifa 17 Console selama 1 minggu, ini adalah kartu special dimana stats dan rating kartu tidak permanen, tetapi berubah , jadi stats dan rating OVR nya selalu naik mengikuti seberapa sering pemain tersebut mendapat TOTW (inform), jadi biasanya diambil totw terakhir.

1.31 Squad Building challenge Reward - warna biru +ungu

Muncul di Fifa 17 Console, jika kita build squad sesuai syarat di achievement, maka kan ada reward kartu ini. Cuma ada 2 pemain dengan kartu jenis ini, Jonas ovr 87 dan Sebastian Giovinco ovr 86.

1.32  FUT Champions Reward


di Fifa 17 Console terdapat fitur baru tournament, semakin sering menang dan tinggi peringkat , maka reward nya makin besar, dan ada juga reward kartu pemain dengan warna merah+putih+gold/silver/bronze

1.33 Fifa 17 Journey Reward - warna background hitam dan list gold

reward yang diberikan jika menyelesaikan Story Mode Journey Alex Hunter, kartu yang didapat adalah Alex Hunter rating ovr 75.

1.34 Player of The Month aka Award Winner
pertama kali dirilis di Fifa 17, mirip challenge reward dimana harus memenuhi syarat tertentu untuk mendapatkannya. Tidak bisa dijual.

1.35 Futties Winners

The Futties di 1.20 berisi list nominasi pemain dari suatu kategori, jadi kemudian dipilih pemenang dari setiap kategori, dengan OVR yang lebih tinggi.

1.36 Halloween Screamer Team
Muncul di Fifa 17, selama periode Oct 28 - Nov 1, Rating dan Stats mereka naik drastis. Perkiraan naik sekitar +13 OVR.

1.37 Movember

dirilis bulan November hasil kerjasama dengan Movember Foundation.

1.38 Team of The GroupStage

1.39 FUT Birthday
1.40 Man of the Match 2017 (3 version)
   Continental MotM       Basic MotM     International MotM

1.41 Premium Squad Building challenge Reward 



Coming soon card (sumber wefut):
Man of the Match Blue version??, international man of the match 2017,
Squad Building Premium Reward, MLS Allstar, Promo card.

Demikian 38 jenis kartu pemain berbeda yang pernah muncul di semua generasi Fifa/Fut


informasi tambahan:

Ada lagi kartu special case (kasus khusus) seperti, Elio Castro di fut15 (hadiah card yang diberikan oleh EA khusus kepada seorang pemain playstation karena membantu sumbangan dana terhadap sebuah organisasi) dan Gareth Bale Pro Player card di Fut 13 (hadiah card yg diberikan EA ke seseorang yang accountnya kena hack), tapi mereka mempunyai kosmetik design kartu yang sama dengan yang disebutkan diatas, hanya special karena terbatas jumlahnya cuma 1 didunia. Juga ada Kenton Doust, anak kecil yang sembuh dari kanker dan EA memberikan kartu Pro Player ovr95.

Di beberapa game seperti Fut 15 New Season, Fifa World, Fifa Online 3 , terdapat kartu pemain dari beberapa generasi/musim, jadi 1 pemain bisa memiliki versi musim lalu dan versi musim sekarang dengan stats yang berbeda. di Fifa World, seorang pemain dengan 2 kartu generasi berbeda memiliki design kartu berbeda, di Fut 15 New Season designnya sama jadi cara bedainnya harus dengan melihat stats pemain, di Fifa online 3 memiliki simbol angka tahun tertera di kartunya.


Bonus : Fake Card atau kartu palsu

EA tidak pernah merilis kartu ini


(hijau-orange di baris 1 dan hijau muda di baris 2)Sebutannya ThrowBack card, tidak resmi/asli, di cipta kan oleh salah satu site Open Pack Digital , berisi pemain yang bermain di mantan klub sebelumnya.
beberapa site FUT besar seperti Futwiz dan Futhead , ada fitur custom card, dan ada pilihan jenis card ini di edisi tahun 2015, harusnya tidak ada jenis kartu ini, mereka menyebutnya Blue-Green card.
Fake! EA tidak pernah merilis kartu ini

Kartu Player Wanita ini hanya buatan salah satu site Open Pack Simulator.





Bonus: Design kartu fut 16