Senin, 21 Juli 2014

Astronomi: Teori Heliosentris


Dalam astronomi, heliosentris adalah teori yang berpendapat bahwa Matahari merupakan pusat dan planet-planet lain termasuk bumi mengelilinginya. Dalam bahasa Yunani, ήλιος Helios = Matahari, dan κέντρον kentron = pusat. Teori Heliosentris bertentangan dengan Geosentrisme, yang menempatkan Bumi di pusat alam semesta. Teori Geosentris ini dulunya di akui sampai beberapa abad dan didukung oleh Gereja katolik pada jaman dahulu, sehingga setiap orang yang melawan teori Geosentris, dianggap melawan gereja dan menyebarkan aliran sesat. Bumi kala itu dianggap special karena merupakan ciptaan Tuhan untuk keberadaan manusia, sehingga dianggap sebagai pusat.
Barulah ketika abad ke-16 dapat ditemukan suatu model matematis dapat meramalkan secara lengkap sistem heliosentris, yaitu Nicolaus Copernicus, seorang ahli matematika dan astronom. Pada abad berikutnya, model tersebut dijabarkan dan diperluas oleh Johannes Kepler dan pengamatan pendukung dengan menggunakan teleskop diberikan oleh Galileo Galilei. 

Beberapa orang pada jaman dahulu yang menganut teori ini adalah:

1. Aristachrus, seorang berkebangsaan Yunani, sekitar tahun 310SM-230SM, orang pertama yang menciptakan model atau catatan dengan bentuk/gambar dimana Matahari terletak di tengah/pusat dan planet lain mengelilinginya. Aristachrus menggunakan teori Philolaus sebagai basisnya. Biarpun Philolaus adalah orang pertama yang mengatakan bahwa bumi bukan merupakan pusat tata surya, tetapi Philolaus juga tidak mengatakan matahari sebagai pusatnya, sehingga tidak dianggap sebagai penganut teori Heliosentris. 

2. Copernicus (1473-1543), salah satu paling awal pencetus ide dari teori Heliosentris, pria kelahiran Polandia ini awalnya tidak berani menyebarkan pemikirannya,  dia menyimpan idenya rapat rapat sampai mendekati akhir hayat, kemudian setelah puluhan tahun, dia memberanikan diri untuk mencetak buku nya, Dia meninggal sebelum cetakan pertama buku tersebut.

3. Giordano Bruno (1548-1600), salah satu pendukung teori Heliosentris yang paling tragis hidupnya, dia dibakar hidup-hidup pada tahun 1600. Bruno dianggap mengajar aliran sesat karena mengatakan bumi mengelilingi matahari dan juga masih banyak matahari lain dan planet lain dengan jumlah tidak terbatas di alam semesta, matahari hanyalah salah satu bintang tersebut.

4. Johannes Keppler, lahir 27 desember 1571 di Jerman, seorang ahli astronomi dan matematika, merupakan seorang peneliti penerus Tycho, setelah Tycho meninggal, semua berkas ilmu dan penelitian Tycho di wariskan kepada Keppler. Keppler terkenal akan penyimpulannya bahwa orbit planet itu berbentuk oval atau tidak bulat seperti yang diperkirakan sebelum itu. Setelah penyimpulannya itu, akhirnya ditemukanlah cara menghitung peredaran dengan tepat.

5. Galileo Galilei (1564-1642), siapa yang tidak kenal Galileo galilei, seorang penemu teleskop dan ahli astronomi, biarpun bukan dia penemu paling awal teropong, tetapi dia lah yang mengembangkan teknologi teropong dengan pesat , dan juga mempelajari dan mengamati perbintangan dan membagi hasil pengetahuannya yang banyak kepada dunia, sehingga biasa dia lah yang dianggap sebagai penemu teleskop atas sumbangsih nya yang besar.


6. Isaac Newton (1642-1727) , salah seorang sang jenius selain Albert Einstein , lahir di tahun yang sama dengan kematian Galileo Galilei, ahli mekanika, matematika, astronomi, fisika, filsafat, kimia, dan lainnya yang terkenal akan teori Hukum Gerak Newton dan Hukum Gravitasi Newton. Dia juga mengatakan matahari mengikat planet dalam Tata Surya melalui Gravitasi. Gravitasi mengikat 8 planet yan ada serta Asteroid, sedangkan gravitasi planet mengikat satellit alamnya masing-masing. Dia juga berhasil memprediksi gerak planet, planet-planet taat pada hukum kuadrat terbalik , dimana jika dua buah planet dijauhkan satu sama lain, gaya tariknya melemah sebanding dengan kuadrat jarak.

Rabu, 02 Juli 2014

Chromecast vs EZcast



Ada sangat banyak cara untuk mirroring screen device kita ke TV atau monitor, mulai dari Chromecast, EZcast/Miracast, menggunakan SmartTV, Samsung Dongle, AllShare Hub Wireless Cast, MHL Cable, USB cable with ScreenMirroring app, NFC-ready cast, remote app on Android, DLNA device, streaming media player (seperti Apple TV dan Google TV), Samsung Link atau Google TV Remote, Airdroid, Samsung SideSync, dll.
Berikut yang paling popular jika kita tidak memiliki Smart TV:

Chromecast
Harga: $35(400 an ribu)
Supported OS: Android, iOS, Windows, Mac OS X, Linux, Chrome OS

Chromecast mempunyai fungsi utama untuk Streaming (Video/Audio) dan Mirroring tampilan Chrome Browser. Dibutuhkan Wifi Router, trus TV dan HP/Laptop/Tablet connect di Network yang sama, Chromecast di colok ke TV (ga usah smart TV) dan power nya bisa dari TV (menggunakan USB TV dan daya 1A) atau colok ke stop kontak dengan adaptor plug (disediakan setiap pembelian chromecast). Startup nya butuh waktu dan lebih lambat dari EZcast.
Pertama kali connect butuh setup , tetapi selanjutnya auto-connect. Setelah loading start-up selesai dan "Connected", bisa Streaming dan Mirroring Chrome Browser.
Beberapa website memiliki Cast-ready (seperti Youtube), maksudnya site itu telah dibuat/dirancang khusus agar memberi best experience untuk di tampilkan di Chromecast dan TV, dalam artian memiliki tombol khusus disite untuk cast ke TV. Beberapa aplikasi (ios/android/mac/windows) juga support chromecast, dan aplikasi tersebut juga memiliki tombol khusus Cast Content ke TV (aplikasi apa saja yang mendukung dapat di check di site Google Chromecast App) .
Chromecast sampai sekarang ini masih belum bisa mirroring di luar Chrome Browser. Mirroring Chrome Browser nya ada pilihan mau resolusi berapa, makin besar resolusi makin besar resiko patah2/lag. Chromecast sendiri merupakan hybrid gabungan Chrome OS + Android + prosperity OS.
Jika tidak digunakan, Chromecast akan menampilkan Wallpaper  gambar HD yang keren di TV. Saat Casting Youtube lewat Laptop, setelah memberi perintah Play, kita tidak usah buka terus laptopnya, langsung tutup juga tetap jalan video youtubenya di tv.
Yang kurang saya suka selain yang diatas, kadang kalo buka perlu Update platform Chromecastnya, dan kadang susah connect (pas awal2).
Kita bisa mengakali agar HP bisa connect ke Chromecast tanpa perlu wifi router, dengan aplikasi BubbleUPnp, tapi tutorialnya ga akan dijelasin jadi silahkan google sendiri (dan butuh 2 HP pada awal set-up).
Chromecast mempunyai beberapa game tersendiri , yang dimana HP atau tablet dijadikan controller, cukup asyik untuk maen ma keluarga (spt UNO, Dance, dll)

Update tahun 2015: 
CC sudah bisa Mirroring, biar masih beta, tapi saat saya test tidak ada masalah, kadang agak susah scanning/connecting, tapi ga masalah. Delay pada screen mirroring hampir tidak ada, bisa untuk maen game fighting/sport.

EZcast
Harga: $20 (200an ribu)
Supported OS: Android, iOS, Windows Phone, Windows, Mac OS X

EZcast mempunyai fungsi utama Casting file audio/video dan Mirroring tampilan device kita. Startup nya lebih cepat dari Chromecast. Kelebihan EZcast dibanding Chromecast adalah kita tidak membutuhkan Wifi Router , cukup 1 device (HP/tablet/laptop) dan EZcast untuk hubungkan ke TV. itu dimungkinkan karena EZcast memiliki Wifi chip ecek-ecek (wifi chip sendiri).
EZcast menggunakan sistem OS Linux, jadi lebih fleksibel, cara setup nya tergolong gampang, tinggal colok EZcast ke HDMI TV dan usb connector ke USB TV untuk power, maka sudah bisa casting dan mirroring. Untuk melakukan Casting lebih gampang, tinggal menjalankan aplikasi pada device anda dan connect ke Wifi EZcast, sedangkan untuk mirroring butuh beberapa langkah tambahan. Dengan harga yang jauh lebih murah dan fungsi yang lebih banyak serta startup lebih cepat, EZcast memiliki keunggulan dibanding ChromeCast.

Panduan atau manual dari EZcast agak membingungkan, kayaknya orang china pake google translate gitu buat guide set up manualnya, mending ga usah dibaca .

Update tahun 2015: 
Screen mirroring EZcast delay lebih tinggi daripada CC, tidak cocok untuk game cepat seperti fighting/sport, selain itu ga masalah.

MHL Cable (kabel hijau pada foto)
Harga: $20
Supported OS: All

berbeda dengan dua diatas, yang ini tidak wireless, alias menggunakan cable, dan perlu adaptor sebagai sumber power. Terkadang sinyal GSM bisa menganggu screen. Tidak dibutuhkan software apapun untuk menjalankannya, cukup Option/Setting Screen Mirroring pada HP/Tablet anda dikasih On. Dan mempunyai kelebihan tidak ada delay seperti wireless mirroring.
Usahakan jika mau beli ini, beli yang kabelnya agak panjang, kalo yang terlalu murah kadang dikasih kabel pendek.

Winner: EZcast