Kamis, 22 Desember 2016

Berbagai cara membeli konten atau aplikasi di Android Google Play Store atau Apple App Store / itunes

Berbagai cara membeli aplikasi di Android Google Play Store (atau mengisi balance)
1. Menggunakan kartu kredit. cara yang paling umum.
2. Pulsa Telkomsel ataupun Indosat Oodero atau XL
3. Membeli Voucher Google play store di Indomaret
4. Memesan Google Play Gift regional indonesia di Lazada
5. Menggunakan Google Play Gift regional amerika di berbagai toko online, kemudian
mengubah regional akun google menjadi regional US
6. Menggunakan VCC (virtual credit card) terutama yang AV (address verified)
7. Memakai Debit card , contohnya Debit Online BNI (VCN)
8. Menggunakan jasa layanan orang lain bantu isi, cara ini agak berbahaya karena belum tentu
orang yang menyediakan jasa itu terpercaya.
9. jika berada di Amerika, bisa menggunakan Google Wallet balance
10. promotional code, kadang google membagi balance gratis karena suatu hal seperti promosi
11. jika berada di Amerika, bisa menggunakan Paypal


Berbagai cara membeli aplikasi di Apple App Store (atau mengisi balance)
1. Kartu kredit
2. Kartu debit
3. Kode konten atau kode promosi
4. Store credit, termasuk Kartu Hadiah iTunes (itunes gift) atau Apple Music
5. PayPal (mensyaratkan kartu kredit sebagai metode pembayaran yang dihubungkan)
6. Alipay (memerlukan akun Alipay untuk pengaturan)
7. China UnionPay (memerlukan PIN SMS untuk pengaturan)
8. Penagihan melalui ponsel(melalui operator yang didukung)
9. Kartu Bank (hanya bisa di Tiongkok)

Selasa, 29 November 2016

Review Jolla Sailfish OS

Review berkala berhubung keterbatasan waktu.
Update 1: 30 Nov 2016
Update 2

Pengenalan
Sailfish merupakan OS(operating system) buatan Jolla, sebuah perusahaan Finlandia buatan ex-karyawan Nokia. Sampai saat ini masih hanya ada 2-3 device yang menggunakan Sailfish OS, HP buatan Jolla sendiri dan HP buatan Intex dengan nama model Aqua Fish,  Perusahaan asal India ini menjual dengan harga yang relatif sangat rendah tetapi kualitas baik dibanding pesaingnya.
Fokus utama Sailfish OS adalah pada Gesture.
Pertama kali masuk (power on) seperti biasa kita diminta untuk melakukan setup awal, termasuk pembuatan account Jolla. Reaksi pertama saya setelah memasuki homescreen untuk pertama kali adalah design yang sangat unik tidak seperti OS lain pada umumnya.

HomeScreen / interface
Tidak seperti OS Lain, Homescreen pada Jolla tidak terdapat icon-icon sama sekali, awalnya homescreen terdapat 3 halaman, yaitu Halaman Multitask, Media Player, dan Notification & News/Feeds.
Jadi dimanakah letak icon icon aplikasi? jika di Android ada yang namanya apps drawer, maka disini juga mirip (tentu saja namanya bukan apps drawer), saat kita swype screen keatas, maka akan berada di halaman khusus icon-icon aplikasi dan tanpa ada background image / wallpaper. Jika di Homescreen halaman Multitask kita klik sekali, maka akan muncul dock dibawah screen (dock = 4 aplikasi penting spt di Android atau Tizen gitu). Sebenarnya setiap unlock screen, dock itu pasti muncul tapi jika kita slide halaman screen, akan jadi auto-hide, sehingga jika mau memunculkan-nya kembali, dengan cara klik (halaman Multitask) homescreen.

Balik ke HomeScreen, halaman Multitask berisi kotak-kotak aplikasi yang sedang aktif, mirip dengan design yang terdapat pada OS Blackberry 10 dan Meego OS, tetapi memiliki fungsi yang lebih banyak dan fitur yang lebih baik dibanding BB10. Dimana kita bisa melakukan interaksi langsung dari kotak multitask (dan semacam ada live action??), sebagai contoh dibawah kotak multitask terdapat icon + untuk aplikasi browser bawaan sailfish (lihat gambar), jika kita klik maka akan langsung ke search bar browser untuk mengetik url.

Hal unik lainnya terdapat pada scroll down dari atas home screen, pada umumnya OS lain itu jika kita scroll down layar dari atas maka akan terdapat halaman notification , jadi semua notif masuk disitu , dan biasanya terdapat beberapa icon-icon shortcut yang penting gitu, nah disini berbeda, saat scroll down adanya Ambiences (semacam "Themes") , jadi ada pilihan preset Themes (tema) yang kita mau aktifkan (lihat gambar bawah untuk lebih jelasnya). Jadi Themes ini seperti mengganti suasana Tema homescreen HP.
Lalu dimanakah letak notification berada? . Semua notif yang masuk berada di salah satu halaman Homescreen (ingat kan tadi dibahas kalau jumlahnya 3 halaman).

Halaman Media Player dirasa yang paling tidak bermutu, halaman media player ini di isi oleh Gaana yang merupakan aplikasi pre-loaded , dan disebut Super Apps, tidak bisa di remove/delete kecuali dengan cara tertentu . Gaana adalah music streaming asal India yang bekerjasama dengan Intex/Jolla, jadi tidak heran dijadikan pre-loaded. Isinya mayoritas konten music streaming India (mungkin jika menggunakan smartphone sailfish OS merek lain tidak ada).

Market / Application Store
ini salah satu pembahasan yang paling kritis, dimana orang selalu mengkaitkan jumlah aplikasi dengan sebuah OS. Saat saya menjelajah Jolla Market, seperti dugaan awal jumlahnya sangat sedikit, bahkan lebih sedikit jumlah aplikasi yang hadir dibanding OS baru lainnya (Tizen, dll) ataupun OS kecil seperti Firefox OS. TIdak ada aplikasi umum seperti Whatsapp, Facebook, Twitter, Youtube, Instagram, Line,Telegram, Dropbox, ataupun game yang umum hadir di multi-platform seperti angry birds, asphalt, cut the rope, plants vs zombies, beberapa game buatan gameloft.

Untungnya Sailfish OS mendukung side-loaded aplikasi Android secara langsung, bahkan bawaannya terdapat Android Market/Store, jadi kita cukup mendownload dari situ tanpa perlu repot mencari apk trus convert dan kemudian side-loaded dengan software di komputer seperti Blackberry Playbook ataupun BB10 versi awal (10.0 dan 10.1)

Setting
Tampilan Setting menggunakan gaya scroll down dan terdapat Nama Setting dengan icon di kirinya, kemudian dikelompokkan, backgroundnya adalah wallpaper yang di blur dan di gelapkan, mungkin sedikit mirip (25% only) gaya menu setting Windows Phone yang simple (bedanya di WP background hitam dan ga ada icon di sebelah kiri, serta ada deskripsi), mungkin sepintas mirip Nokia Launcher dan Lightning Launcher pada Android yang menggunakan tulisan tipis dan background serupa. Semua Pilihan menu setting dapat di lihat di screenshot bawah.

Fitur/Feature
Mirip fitur pada HP LG G series ataupun OS Windows Phone, terdapat fitur double tap to wake up screen bawaannya.

Ambiences, pilihan Themes untuk homescreen

Screenshot menggunakan tombol Volume Down + Volume Up

Android Support,  bisa on atau off  dukungan terhadap aplikasi android. Pengguna yang mementingkan keamanan dan kestabilan , maka bisa disable atau off kan fungsi ini, jika yang menginginkan aplikasi tertentu pada Android, bisa aktifkan.

Performance
Performa Sailfish OS sangat bagus, tidak terasa lag , tidak ada masalah seperti touch aneh-aneh atau response lambat , biasa OS baru itu sangat sering terjadi masalah begituan, tetapi tidak dengan sailfish. Startup nya tergolong lumayan cepat, saya menggunakan Intex Aquafish yang specnya boleh dibilang bukan high end, dan membutuhkan waktu hanya 22 detik dari power off untuk hidup.

Kompabilitas dengan aplikasi Android belum saya test, akan diupdate di kemudian hari.

Gestures
seperti yang dibilang sebelumnya,salah satu fokus utama Sailfish OS adalah pada Gesturenya. Entah ada hubungan apa dengan Nokia Launcher pada Android, Gesture menjadi pilihan utama dalam interaksi di platform ini. Untuk membuka semua aplikasi kita swype/slide keatas, kemudian tidak ada soft button (tombol) ataupun tombol fisik untuk Back , jadi jika mau back umumnya menggunakan slide kiri / kanan dari dalam screen (biarpun bisa juga klik titik putih di kiri atas). Jadi ada perbedaan antara slide kiri / kanan di dalam screen atau di luar screen (bingkai) menuju ke dalam screen. Jika slide kiri/kanan didalam screen itu fungsinya untuk Back. Tapi jika slide dari bingkai (luar screen) ke arah dalam screen , kita akan keluar (Exit) dari menu atau aplikasi dan kembali ke HomeScreen. Gesture bingkai ini mirip pada yang terdapat di OS Blackberry Playbook dan WebOS.


Gallery
Gallery juga memiliki interface yang berbeda, jika di OS lain saat kita membuka sebuah gambar, maka langsung fullscreen, disini hanya half-screen, jadi setengah layar di isi gambar, setengah lagi di isi pilihan (option) seperti Share ke social media, dan Bluetooth. jadi untuk membuat gambarnya Full Screen, kita harus slide ke atas lagi.


Kekurangan (negative point)
- karena ingin tampil beda, kadang dirasa berlebihan bedanya, seperti menjadi lebih repot dengan menambah langkah untuk melakukan sesuatu. contohnya jika mencari koneksi wifi baru melalui jalur setting. biasa jika kita klik wifi untuk set On (mengaktifkannya), maka langsung auto detect sinyal wifi mana saja yang ter-detect. Tetapi disini, setelah kita klik wifi untuk On, maka kita harus tarik/scroll dari atas ke bawah untuk memunculkan pilihan "Connect to Internet", baru mulai mencari sinyal wifi.
- hampir mirip dengan point pertama, scroll down notification lebih bermanfaat dibanding cuma preset Ambiences/Themes, lebih efisien dan efektif. tidak heran iOS mengambil fitur ini dari Android, karena memang berguna.
- tidak ada simbol atau petunjuk yang membedakan aplikasi sailfish atau aplikasi android
- Saat update OS, tidak dibilang sudah berjalan berapa mb , tidak ada keterangan apapun sehingga susah estimasi perkiraan selesainya
- kurangnya kemampuan untuk modif atau edit homescreen, halaman media player yang bekerjasama dengan salah satu perusahaan software audio india dirasa cukup menganggu kehadirannya

Kesimpulan
Jika melihat dari cara kerja Sailfish OS, maka OS ini memiliki masa depan yang cerah, sayangnya untuk menjadi OS yang dapat bersaing, sebuah platform tidak cukup hanya bagus, tetapi butuh disokong oleh perusahaan yang sangat kuat , dan untuk saat ini sailfish belum memiliki itu (hanya Intex yang mendukung, dan Jolla sendiri adalahnya perusahaan kecil). Perusahaan kuat itu harusnya memiliki modal yang besar dan mampu memasarkannya dan berani mengambil resiko rugi terus. Tanpa adanya pemasaran yang kuat , maka developer aplikasi enggan menciptakan aplikasi dan konsumen ragu untuk menggunakannya.
Satu kata yang dapat mewakili OS ini secara keseluruhan adalah “Unik” , OS ini adalah yang paling unik interface nya dibanding semua OS yang pernah saya test. Bahkan Saya perlu membiasakan diri beberapa saat terhadap gaya interfacenya. 
Tidak terlalu di rekomendasikan untuk yang gaptek teknologi ataupun yang tidak mengerti tentang apa itu OS kecil, ataupun yang mencari aplikasi tertentu dan tidak bisa hidup tanpa aplikasi tersebut.

Kamis, 20 Oktober 2016

Rabu, 07 September 2016

Fifa Mobile Card Program List



0. Basic Card
tidak perlu gambarnya deh....

1. Domination Rodriguez

dari Plans, ga bisa di auction, bonus stats to all

Minggu, 31 Juli 2016

Line Messenger VS WeChat

Line vs WeChat , which one is support more platform?

Line
  1. Android
  2. iOS
  3. Windows Phone
  4. Blackberry OS
  5. Firefox OS
  6. Windows
  7. Chromebook/Chrome OS
  8. Mac OS X
  9. Nokia Asha
  10. Series 40 (S40)

WeChat
  1. Android
  2. iOS
  3. Windows Phone
  4. Blackberry OS
  5. BB10
  6. Tizen OS
  7. Web
  8. Windows
  9. Mac OS X
  10. Series S40 (S40)
  11. Symbian S60
  12. Chrome OS (not a stand-alone software?, not official, third party)

Minggu, 24 Juli 2016

Mastering atau out of cd audio standard

jadi teringat artikel beberapa tahun lalu di forum au-id, ini Copy Paste dari forum au-id 


seperti yang kita ketahui CD Audio itu menggunakan standard Red Book, yang mempunyai batas 16bit/44.1khz, beberapa perusahaan mengembangkan cara-cara atau teknik untuk meningkatkan resolusi diatas daripada itu.
Saya membagi nya menjadi 2 bagian, yaitu
1. Teknik Mastering yang artinya masih menggunakan media cd audio biasa tetapi "katanya sih" mereka menggunakan semacam teknik khusus yang dapat menghasilkan suara lebih bagus dari cd biasa.
2. Non CD Audio Media, yang artinya tidak mengunakan standard media CD lagi, tetapi sudah menggunakan media lain, sehingga tidak kompatibel oleh CD player atau uda ada Player khusus tersendiri.



Perkembangan product yang melebihi Standard CD Audio

Mastering
1. LPCD
sebenarnya LPCD ada  2 jenis, yaitu LPCD33 dan LPCD45, tapi yang umum adalah LPCD45. Setau saya, cd dengan teknik mastering ini menghasilkan suara lebih ke analog.

2. K2HD (disingkat K2)
Teknik mastering ini dikembangkan oleh JVC. katanya sih meningkatkan bandwith spektrum suara ke 24 bit dan 100khz pada proses mastering dan mempunyai average block error rate di angka 10 (standard cd biasa adalah 220).  Teknik mastering ini adalah salah satu yang paling kusuka :)

3. DSD-CD (Direct Stream Digital)
Teknik mastering ini dikembangkan oleh Sony dan Philips, dan merupakan salah satu yang paling terkenal dan sering di temui di cd2 audio, teknik ini hampir mirip dengan yang dilakukan pada SACD, tetapi karena perbedaan media, sehingga DSD pada CD tidak mampu menghasilkan hi resolution seperti SACD (akan di downsample).

4. 128x
128x oversampling master adalah buatan Chesky  discs. Maksudnya mempunyai bitrates yang lebih tinggi waktu proses mastering dan baru di convert ke 16bit pada saat  dibuat ke cd.

5. HDCD (cd high defination)
dikatakan menambah tambahan 4bit dari standard Red Book dan masih bisa di playback/compatible di cd player. Ga tau dimana penjelasannya, yang pasti rumornya sering juga cd yang HDCD tapi ga pake logo HDCD, terutama yang judulnya ada Reference2 gitu (sumber info dari googling2). kalo ga salah Teknologi ini dikembangkan oleh Microsoft.

6. SuperBit (super bit mapping)
Dikembangkan oleh Sony. Dikatakan waktu dari sesi mastering, masih 20 bit gitu baru di convert ke standard cd audio waktu finalnya. Perasaan mastering ini banyak ditemukan di lagu2 mandarin deh.

7. XRCD, XRCD2, dan XRCD24
Teknik ini juga dikembangkan oleh JVC, tapi ada yang bilang lebih dikembangkan oleh salah satu anak perusahaan JVC Group yang namanya Victor apa gitu (kayaknya Victor Musical Industries). Jadi xrcd dan K2hd biarpun dikembangkan oleh group perusahaan yang sama yaitu JVC Group (jvc-victor-kenwood?)  , tapi berdiri sendiri2 oleh 2 anak perusahaan berbeda.
XRCD2 adalah upgrade dari XRCD, dan yang xrcd24 katanya adalah 24bit (xrcd masih 20bit)

8. AQCD
No Data

9. HQCD
merupakan jenis termahal, lebih mahal SACD dan XRCD, sebagai perbandingan, sebuah cd audiophile jika menggunakan SACD atau XRCD akan lebih mahal sekitar 135rb dibanding cd biasa, tetapi jika menggunakan HQCD menjadi lebih mahal 185rb dari cd biasa.

10. AMCD
umumnya digunakan oleh rekaman2 lagu china, yang barat mungkin cuma beberapa termasuk Kenny G.

11. UltraHD cd
biasa sering dikasih embel-embel 32 bit...



Media diatas CD Audio

1. SACD
Dikembangkan oleh Sony dan mempunyai kapasitas 7.95gb, membuatnya dapat menyimpan file dengan resolusi lebih besar. Player yang digunakan untuk memainkan format media ini adalah SACD Player dan bisa juga menggunakan PS3 versi lama. Jumlah Bit adalah cuma 1-Bit, tetapi memiliki bitrates yang lebih banyak dari rekaman encoding PCM 24-bit. Beberapa penamaan yang identik adalah DSD, DSDIFF, DFF, DSF

2. DVD-A (dvd audio)
Suatu format yang menggunakan DVD sebagai media nya, banyak didukung oleh Toshiba.

3. Blu-Ray Audio (BDAV)
Dikembangkan oleh Blu-ray Disc Association, yang mempunyai kapasitas 25 gb untuk single layer dan 50gb untuk double layer, sehingga dapat diisi file yang memiliki format resolusi yang lebih tinggi.

4. LP/Vinyl (piringan hitam)
Salah satu media paling tua dan paling analog dari semua yang ada.

5. SHMCD (super high material cd) aka 24K Gold CD
sebenarnya bukan merupakan suatu media khusus, hanya penggunaan media cd tertentu, seperti penggunaan 24k gold atau golden disc. SHMCD menggunakan semacam material plastik jernih pada lapisannya sehingga transmisi ke lasernya lebih akurat . bisa dimainkan di semua cd player standard. Terkadang disebut 24k Gold Cd dan sedikit kualitas diatasnya disebut 24K Gold UDC cd (ultimate disc cd)

6. DXD (digital extreme definition)
ini adalah alternatif encoding yang digunakan perusahan rekaman profesional untuk editing pada DSD (audio standardnya SACD), karena pada DSD tidak memungkinkan untuk editing, sehingga mereka menggunakan suatu format encoding baru yang berada di jalur PCM yaitu DXD yang mempunyai kemampuan 24-bit/352.8kHz dan data rate 8467.2MHz/channel.
Beberapa perusahaan rekaman menjual cd audio standard dengan embel-embel DXD dengan maksud diatas kualitas cd biasa dan bisa dimainkan di semua cd player.

Effect 
1. SRS WOW
2. DTS
3. Dolby Digital
4. 7.1 surround effect
5. Sound Blaster X-fi surround
6. THX TruStudio Pro Surround
7. Audyssey DSX
8. Sony Dynamic Digital Sound


Berbagai Istilah tambahan Lainnya

  1. Direct Cut
  2. First Press
  3. Gold CD (menggunakan layer gold, yang terkenal buatan Sony dan CBS)
  4. Double Gold layer CD (mirip Gold layer CD nya Sony atau CBS tapi double layer)
  5. SONY Mastersound Gold CD 24-Karat 
  6. Super Bit Mapping (by Sony)
  7. Master CD



akhir kata:
1. jadi sudah ngertikan kenapa sering cd2 terutama cd audiophile itu ada ditulis 24bit padahal CD itu standardnya max cuma 16bit/44.1 khz??
2. segera cari cd audio Anda dan lihat covernya, manatau ada cd anda yg tercantum logo2 tersebut diatas